LA ILLA HA ILLALLAH MUHAMMAD YA RASULALLAH
Senin, 08 Oktober 2007
Sabtu, 25 Agustus 2007
Disanalah Seharusnya Sanubari Wanita Muslim
WANITA SHOLEHAH
by. Dewi
Bentang Sajadah Menghias Harimu
Berdzikir Tiga Puluh Tiga Kali
Menangis Hanya pada Sang Khalik
Diiringi Puasa Menggapai Mimpi-Mimpimu
Dirajut Dengan Benang Kehalusan dan Budi Pekerti
Direnda oleh Sopan Santun dan Rasa Malu
Merapatkan Aurat Mengembangkan Senyum
Mengukir Hati Serat Makna Sabar dan Ikhlas
Kecerdasan Mengisi Akhlak
Berbakti Hanya Kepada Yang Ber-Hak
Menunduk dikala Bertatap Lawan
Indahnya Mata Teduh
Dipelabuhan Cinta-Nya
Wahai ........ Wanita Calon Penghuni Surga
by. Dewi
Bentang Sajadah Menghias Harimu
Berdzikir Tiga Puluh Tiga Kali
Menangis Hanya pada Sang Khalik
Diiringi Puasa Menggapai Mimpi-Mimpimu
Dirajut Dengan Benang Kehalusan dan Budi Pekerti
Direnda oleh Sopan Santun dan Rasa Malu
Merapatkan Aurat Mengembangkan Senyum
Mengukir Hati Serat Makna Sabar dan Ikhlas
Kecerdasan Mengisi Akhlak
Berbakti Hanya Kepada Yang Ber-Hak
Menunduk dikala Bertatap Lawan
Indahnya Mata Teduh
Dipelabuhan Cinta-Nya
Wahai ........ Wanita Calon Penghuni Surga
Rabu, 15 Agustus 2007
BIDADARI YANG TERLUKA
By. Dewi
Lembayung Terseok
Dalam Tatapan Mata Mentari
Tertunduk kuyu …lesu
Air mata surga terurai dari kelopak kamboja
Tangan lembut menari
Mengelus halus sang sayap putih
Meraba makna dibalik belaian
Bidadari terluka…..!!
Ada lara membekas sanubarinya
Hanya dipahami oleh ilalang
Hanya ditemani dinginnya embun
Bidadari tersayat diantara lekukan bintang
Mendayu sedih suara merdunya
Berduka dibawah lentera
Rumah sang pujangga
Tiada terasa lautan kasih membelai
Sayup terdengar semakin mendekat
Tangan itu begitu kuat menariknya
Menyerunya dengan lantang…….
Jangan-jangan pernah lemah !
Kepakkan sayapmu
Biarlah lukamu terobati bersama waktu
Kau boleh kalah tapi tak boleh menyerah
……………………………………………
By. Dewi
Lembayung Terseok
Dalam Tatapan Mata Mentari
Tertunduk kuyu …lesu
Air mata surga terurai dari kelopak kamboja
Tangan lembut menari
Mengelus halus sang sayap putih
Meraba makna dibalik belaian
Bidadari terluka…..!!
Ada lara membekas sanubarinya
Hanya dipahami oleh ilalang
Hanya ditemani dinginnya embun
Bidadari tersayat diantara lekukan bintang
Mendayu sedih suara merdunya
Berduka dibawah lentera
Rumah sang pujangga
Tiada terasa lautan kasih membelai
Sayup terdengar semakin mendekat
Tangan itu begitu kuat menariknya
Menyerunya dengan lantang…….
Jangan-jangan pernah lemah !
Kepakkan sayapmu
Biarlah lukamu terobati bersama waktu
Kau boleh kalah tapi tak boleh menyerah
……………………………………………
Kamis, 09 Agustus 2007
PATAH
By. Dewi
Beberapa pada yang lalu
Mematahkan palung hatiku
Membawaku malu
Merindukan senyum dibalik wajah
Tertawa memandang Karang
Tak jua merubah Rasaku
Bisakah sembiluku menyayat hatimu
Hai…pada yang terbuang
Adakah makna merubah mimpi
Adakah galau mengejar harap
Berharap tiada menyerah
Menelaah arti hidupku
Menyadari pahit arang membawaku
By. Dewi
Beberapa pada yang lalu
Mematahkan palung hatiku
Membawaku malu
Merindukan senyum dibalik wajah
Tertawa memandang Karang
Tak jua merubah Rasaku
Bisakah sembiluku menyayat hatimu
Hai…pada yang terbuang
Adakah makna merubah mimpi
Adakah galau mengejar harap
Berharap tiada menyerah
Menelaah arti hidupku
Menyadari pahit arang membawaku
PENAKLUKKAN JIWA
By. Dewi
Hebat…hebat nian Berbuncah
Meliuk-liuk pada bejana
Rasa menggelepar menahan Gundah
Bara semakin menyala menyulut api
Risau berhias mimpi
Marah melarut sepi
Siapa yang bergerak dibalik rumah Laraku
Membangun generang meniup terompet
Asa….dimanakah kau berada
Ngilu tak jua usai
Dimanakah sang penakluk harus singgah
Dimanakah hati kan berhenti
Pada jiwa-jiwa kelam yang keras
Atau……..
Pada jiwa-jiwa putih yang lembut
Rebut…rebut dia segera
Sang Penakluk Jiwa
By. Dewi
Hebat…hebat nian Berbuncah
Meliuk-liuk pada bejana
Rasa menggelepar menahan Gundah
Bara semakin menyala menyulut api
Risau berhias mimpi
Marah melarut sepi
Siapa yang bergerak dibalik rumah Laraku
Membangun generang meniup terompet
Asa….dimanakah kau berada
Ngilu tak jua usai
Dimanakah sang penakluk harus singgah
Dimanakah hati kan berhenti
Pada jiwa-jiwa kelam yang keras
Atau……..
Pada jiwa-jiwa putih yang lembut
Rebut…rebut dia segera
Sang Penakluk Jiwa
Kamis, 26 Juli 2007
DON’T LET ME GO
By. Dewi
Living alone
But never alonely
Sitting on my foot
To finding YOU behind
ALHAMDULLILAH
Full of perspire
Without YOUR mercy
It would be very tired and useless
Only YOU trough on my mind
I don’t want to forget and lose it
Never….!
SUBHANALLAH
Keep me always ……..
On YOUR hand
Please close and closer
Give me YOUR help and protection
To be a nice and a wise person
Being love and loved one
By. Dewi
Living alone
But never alonely
Sitting on my foot
To finding YOU behind
ALHAMDULLILAH
Full of perspire
Without YOUR mercy
It would be very tired and useless
Only YOU trough on my mind
I don’t want to forget and lose it
Never….!
SUBHANALLAH
Keep me always ……..
On YOUR hand
Please close and closer
Give me YOUR help and protection
To be a nice and a wise person
Being love and loved one
Then be YOURS
Only YOURS
Only YOURS
LA ILLA HA ILLALLAH
Miss YOUR bless
Miss YOUR Kindness
Hoping YOUR Mercy
Hold me so long and don’t let me go
ALLAHU AKBAR
Miss YOUR bless
Miss YOUR Kindness
Hoping YOUR Mercy
Hold me so long and don’t let me go
ALLAHU AKBAR
Rabu, 25 Juli 2007
BERSAMAMU MEMANDANG LANGIT
By. Dewi
Cara Pandangmu dan…..
Cara Pandangku Berbeda
Dan itu bukanlah dosa
Memandangku adalah bersama langit diatasku
Memandangmu bagai dimensi kedua
Karena bulan adalah aku
Dan kamu adalah warna
Mencari asa yang terbuang
Menghimpun rasa yang berserak
Melebihi waktu dan batas hari
Lidahku kelu………
Tak jugakah kau mengerti
Perbedaan adalah rasa
Mata tak melihat
Telinga tak mendengar
Mulut tak Berbicara
Tapi hatiku Membaca.
(Perbedaan adalah Indah tergantung Bagaimana cara kita menyikapinya)
Islam adalah Rahmatan Lil Alamien
By. Dewi
Cara Pandangmu dan…..
Cara Pandangku Berbeda
Dan itu bukanlah dosa
Memandangku adalah bersama langit diatasku
Memandangmu bagai dimensi kedua
Karena bulan adalah aku
Dan kamu adalah warna
Mencari asa yang terbuang
Menghimpun rasa yang berserak
Melebihi waktu dan batas hari
Lidahku kelu………
Tak jugakah kau mengerti
Perbedaan adalah rasa
Mata tak melihat
Telinga tak mendengar
Mulut tak Berbicara
Tapi hatiku Membaca.
(Perbedaan adalah Indah tergantung Bagaimana cara kita menyikapinya)
Islam adalah Rahmatan Lil Alamien
Langganan:
Postingan (Atom)